Materi Analisis Real 1 dan Analisis Real 2 Silahkan klik di sini untuk mengunduh file pdf Bartle
http://faculty.ksu.edu.sa/fawaz/481files/Books/Bartle-Introduction-to-Real-Analysis.pdf
Senin, 11 Maret 2013
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI LEARNING STARTS WITH A QUESTION (LSQ) DAN PREDICTION GUIDE DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI
ABSTRAK
EKSPERIMENTASI
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI LEARNING
STARTS WITH A QUESTION (LSQ) DAN PREDICTION
GUIDE DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI
(Pada
Siswa Kelas VII Semester Gasal SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Ajaran 2010/2011)
Riski Aspriyani, A 410 070 201. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta 2011, 73 halaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
(1) perbedaan efek strategi pembelajaran LSQ dan Prediction Guide tehadap prestasi belajar matematika, (2) perbedaan
efek motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar matematika, (3) interaksi
antara strategi pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi
belajar matematika. Populasi dalam penelitian
adalah semua siswa kelas VII semester gasal
SMP Muhammadiyah 1 Surakarta tahun ajaran 2010/2011 sebanyak delapan kelas.
Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VII A sebagai
kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah Cluster
random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes
dan metode angket sebagai metode pokok dan dokumentasi sebagai metode bantu.
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis variansi
dua jalan dengan sel tak sama yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Dari hasil penelitian pada alfa 5%
, diperoleh: (1) ada perbedaan efek antara strategi
pembelajaran LSQ dan Prediction Guide
tehadap prestasi belajar matematika, dengan Fa = 7.339, (2) ada perbedaan efek motivasi berprestasi
siswa terhadap prestasi belajar matematika, dengan Fb = 7.479, (3) tidak ada interaksi antara strategi
pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa terhadap prestasi belajar
matematika, dengan Fab = 0.0145.
Kata kunci: LSQ,
Prediction Guide, dan motivasi berprestasi
Senin, 04 Maret 2013
FREE DOWNLOAD ABSTRACT ALGEBRA
Silahkan download materi aljabar abstrak di sini http://www.box.net/shared/stmvix52rj
Minggu, 25 Maret 2012
Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)
a.
Pernyataan,
konstanta, variabel dan kalimat terbuka
1) Pernyataan
Pernyataan adalah kalimat yang bernilai benar atau
bernilai salah (tidak kedua-duanya). Untuk lebih memahaminya
perhatikan contoh berikut:
a)
Tidak
ada bilangan prima yang genap
Pernyataan tersebut bernilai salah, sebab 2 merupakan
bilangan prima yang genap.
b) Jumlah
9 dan 6 adalah 15
Pernyataan
tersebut bernilai benar karena 9 + 6 = 15.
c) 8
adalah faktor dari 48
Pernyataan tersebut bernilai benar.
2) Kalimat
terbuka, konstanta dan variabel
a)
Kalimat
terbuka adalah kalimat yang belum diketahui nilai kebenarannya (benar atau
salah). Pada kalimat terbuka selalu terdapat variabel atau peubah yang apabila
diganti dengan suatu bilangan akan mengubah kalimat terbuka itu menjadi
pernyataan.
b)
Variabel
adalah sesuatu yang belum diketahui nilainya, biasanya dinotasikan dengan
menggunakan huruf abjad x, y atau lainnya.
c) Konstanta adalah nilai tetap (tertentu) pada kalimat
terbuka yang tidak dapat diganti. Konstanta merupakan faktor
dari suku yang berbentuk bilangan.
b. Persamaan
Linear Satu Variabel
1) Pengertian
Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka
yang memiliki hubungan sama dengan “=” dan mempunyai variabel tertinggi
berpangkat satu. Bentuk baku PLSV adalah ax+b=0, dengan a tidak boeh sama dengan 0 dan a, b bilangan Real.
2) Menyelesaikan
PLSV
Untuk menyelesaikan suatu PLSV dapat menggunakan
cara-cara sebagai berikut:
a) Dengan
cara subtitusi
Cara subtitusi yaitu mengganti peubah atau variabel pada
persamaan tersebut dengan suatu bilangan tertentu, sehingga persamaan tersebut
menjadi kalimat yang benar.
Contoh: Tentukan himpunan penyelesaian x + 3 = 7, jika x
adalah peubah pada bilangan cacah.
Jawab: Persamaan x + 3 = 7
x= 0, maka 0 + 3 = 7 (salah)
x= 1, maka 1 + 3 = 7 (salah)
x= 2, maka 2 + 3 = 7 (salah)
x= 3, maka 3 + 3 = 7 (salah)
x= 4, maka 4 + 3 = 7 (benar), dst …
Ternyata penyelesaian persamaan itu adalah 4
Hp= {4}.
b)
Dengan cara ekuivalen (aturan)
Dua persamaan atau lebih dikatakan ekuivalen jika
persamaan-persamaan itu memiliki himpunan penyelesaian yang sama. Notasi
atau lambang ekuivalen “<=>”. Perhatikan persamaan-persamaan berikut ini.
i.
x + 2 = 3
Dengan
memilih 1 sebagai pengganti x, maka diperoleh
1+2=3
yang merupakan pernyataan yang benar. Jadi, penyelesaiannya
adalah x= 1.
ii.
2x + 4 = 6
Jika
pengganti x adalah 1, maka diperoleh (2 x 1) + 4 = 6 (pernyataan yang benar).
Jadi, penyelesaiannya adalah
x
=1.
Persamaan-persamaan di atas mempunyai penyelesaian yang
sama, yaitu
x
= 1. Sehingga persamaan-persamaan tersebut dinamakan persamaan yang ekuivalen.
Ditulis: x + 2 = 3
<=> 2x + 4 = 6.
Selanjutnya untuk menyelesaikan suatu persamaan dilakukan
dengan aturan persamaan ekuivalen sebagai berikut:
1.
Suatu
persamaan tetap ekuivalen jika kedua ruas pada persamaan itu ditambah dengan
bilangan yang sama.
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan
x – 5 = 11!
Jawab: x – 5 =11
<=> x – 5 + 5 = 11 + 5 (kedua ruas ditambah dengan 5)
<=> x = 16
Jadi Hp = {16}.
2.
Suatu
persamaan tetap ekuivalen jika kedua ruas pada persamaan itu dikurangi dengan
bilangan yang sama.
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan
x + 7 = 13!
Jawab: x + 7= 13
<=> x + 7– 7
= 13 – 7 (kedua ruas dikurangi dengan 7)
<=> x = 6
Jadi Hp= {6}.
3.
Suatu
persamaan tetap ekuivalen jika kedua ruas pada persamaan itu dikalikan dengan
bilangan yang sama.
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan
1/3 a=6!
Jawab: 1/3 a=6
<=> 3 x 1/3 a=3 x 6 (kedua
ruas dikalikan dengan 3)
<=> a=18
Jadi Hp= {18}.
4.
Suatu
persamaan tetap ekuivalen jika kedua ruas pada persamaan itu dibagi dengan
bilangan yang sama.
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan
5z=15!
Jawab: 5 z =15
<=> (5/5)z =(15/5) (kedua
ruas dibagi dengan 5)
<=> z =3
Jadi Hp= {3}.
Untuk mencari penyelesaian PLSV secara efisien, dapat
menggunakan rumusan berikut:
ax+b = cx+d
<=>ax-cx = d-b (apabila
pindah ruas, maka tanda berubah dari + manjadi - , begitupun sebaliknya)
<=>(a-c)x = d-b
<=> x = (d-b)/(a-c)
c.
Penerapan
Konsep PLSV dalam Pemecahan Masalah
Untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang berhubungan dengan PLSV dapat menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1)
Menentukan
dan memahami masalah yang terdapat pada soal tersebut.
2)
Membuat model matematikanya (berupa persamaan).
3)
Menyelesaikan
model matematikanya, sehingga diperoleh solusi.
4)
Memeriksa
jawaban yang telah diperoleh dengan mengaitkannya pada soal.
Contoh: Harga sepasang sepatu 3 kali harga sepasang
sandal. Jumlah harga sepasang sepatu dan sepasang sandal adalah Rp 18.000,00.
Tentukan harga sepasang sandal!
Penyelesaian: Misalkan
harga sepasang sandal x rupiah.
Jumlah
harga sepasang sepatu dan sepasang sandal adalah Rp 18.000,00 sedangkan harga
sepasang sepatu 3 kali harga sepasang sandal, maka:
<=> 3x+x =18000
<=> (3+1)x =18000
<=> 4x=18000
<=> (4/4) x=(18000/4)
<=> x= 4500
Jadi harga sepasang sandal adalah Rp.4.500,00.
Langganan:
Postingan (Atom)